KOPI ROBUSTA LAMPUNG SEMAKIN MENDUNIA

Lampung sampai sekarang masih merupakan daerah yang mengekspor kopi dengan kuota terbesar secara nasional. Kopi Robusta dari Lampung banyak diminati industri kopi dunia seperti Amerika, Eropa, Korea dan Jepang. Tanggamus adalah salah satu kabupaten penghasil kopi utama dari Provinsi Lampung. Nama tempat ini sendiri diambil dari nama Gunung Tanggamus (2.100 m) tempat kabupaten itu berada. Perkebunan kopi memenuhi kaki hingga lereng gunung yang memiliki hutan lumut di puncaknya. Tanggamus memberikan kontribusi 40 persen dari total hasil kopi di Lampung. Seluruh perkebunan kopi ini dikelola petani kopi yang sebagian besar merupakan perantau dari Jawa. Kopi robusta adalah kopi utama yang ditanam di gunung yang menjadi favorit para pendaki di Lampung. Robusta Tanggamus memiliki ciri khas dibandingkan kopi di wilayah lain. Pasalnya, ini sangat bergantung pada kesuburan tanah di Tanggamus dan pengelolaannya yang menggunakan pupuk alami. Letak geografis juga memberi pengaruh pada ciri khas kopi Tanggamus. Kopi robusta dapat ditanam di atas ketinggian 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), kalau diketinggian 100 hingga 200 mdpl rasanya agak hambar. Kopi Lampung 80 persen lebih tinggi dibandingkan arabika. Tanaman kopi robusta (Coffea Canephora) merupakan spesies kopi yang pohonnya bisa mencapai 12 meter. Tanaman ini lebih tahan terhadap cuaca dan hama penyakit, serta lebih mudah untuk pemeliharaannya. Di Provinsi Lampung, komoditas kopi sudah dikenal lebih dari satu abad lalu. Pada 1891 etnis pendatang Semendo Sumatera Selatan merintis budidaya kopi pertama kali di Desa Sukajaya Kecamatan Sumberdaya Lampung Barat. Budidaya kopi robusta mengalami perkembangan pesat pada dekade 70 dan 80-an. Sebagian besar perkebunan kopi di Lampung merupakan perkebunan rakyat, kebanyakan dilakukan keluarga petani dengan skala kecil (kurang dari 3 Ha). Seiring dengan membaiknya harga kopi, luas lahan perkebunan kopi makin meningkat. Kopi jenis ini segera menyebar ke daerah lain, khususnya Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Lampung, dan Aceh. Kopi robusta kemudian dihasilkan di wilayah Lampung Timur, Lampung Barat, dan Tanggamus. Lampung memiliki 160 ribu Ha perkebunan kopi yang menghasilkan sekitar 144.516 ton biji kopi kering per tahun. Selain diolah secara organik, kopi Lampung juga menggunakan teknologi modern dalam prosesnya, terutama pengeringan. Untuk bisa dijual, kopi harus dijemur agar kadar airnya turun menjadi 12 persen, standar kopi berkualitas baik. Penjemuran alami hanya dapat menurunkan kadar air hingga 17 persen. Robusta dari Lampung terkenal karena kualitasnya jauh lebih baik dari kopi Robusta lain. Kopi ini adalah yang paling banyak diperdagangkan. Sejak dulu Lampung memang dikenal memiliki komoditi kopi robusta dengan cita rasa khas Lampung, beraroma kuat dan eksotik. Semuanya bisa Anda rasakan di secangkir Kopi JJ Royal Lampung Robusta yang merupakan kopi pilihan khas dari Sumatera bagian Selatan. Dalam setiap cangkirnya, JJ Royal Lampung Robusta Coffee memberikan aroma yang kuat dan terdapat aroma roti bakar. Namun, citarasanya lembut dan ringan sehingga mudah untuk dinikmati. Jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk Anda mencicipi rasa dan aroma terbaik dari Kopi JJ Royal Lampung Robusta yang siap memberikan Anda kepuasan tertinggi dalam menikmati secangkir kopi. (san/R-1)

Share: